Insiden Latihan Jadi Awal Perpisahan Xabi Alonso dan Real Madrid

Bagikan

Kepergian Xabi Alonso dari kursi pelatih Real Madrid terjadi begitu cepat dan mengejutkan. Dibawah ini Anda akan melihat informasi mengenai sepak bola menarik lainnya yang telah dirangkum oleh GOAL POWER.

Insiden Latihan Jadi Awal Perpisahan Xabi Alonso dan Real Madrid

Hanya beberapa jam setelah kekalahan dari Barcelona di ajang Piala Super Spanyol, klub langsung mengumumkan perpisahan dengan pelatih yang baru menjalani masa singkat tersebut. Banyak pihak awalnya menduga Alonso masih akan diberi waktu untuk melanjutkan proyeknya.

tebak skor hadiah pulsa 100k  

Sebelum hasil buruk itu, Real Madrid sebenarnya sempat menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Beberapa kemenangan penting membuat publik menilai Alonso berada di jalur yang tepat. Namun, situasi di balik layar ternyata jauh dari kata harmonis dan tidak terlihat oleh publik.

AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!

aplikasi shotsgoal  

Satu pernyataan resmi klub akhirnya mengakhiri semua spekulasi. Keputusan tersebut diyakini bukan semata-mata karena hasil pertandingan, melainkan akibat masalah internal yang telah lama terpendam dan akhirnya mencapai titik puncak.

Insiden Latihan yang Mengubah Segalanya

Akar permasalahan bermula pada sesi latihan di awal November. Dalam latihan tersebut, Xabi Alonso melihat para pemain tidak menunjukkan keseriusan dan komitmen yang ia harapkan. Instruksi taktis yang diberikan seolah tidak benar-benar dipahami maupun dijalankan dengan sungguh-sungguh.

Para pemain disebut merasa metode latihan Alonso terlalu intens dan sarat detail. Mereka menilai terlalu banyak informasi diberikan dalam waktu singkat, sehingga sulit diterapkan secara efektif di atas lapangan. Situasi ini memunculkan jarak antara pelatih dan pemain.

Kekecewaan Alonso pun meledak dalam bentuk ucapan keras di lapangan latihan. Kalimat yang ia lontarkan dianggap menyinggung dan menjadi titik balik hubungan kerja. Sejak saat itu, suasana ruang ganti Real Madrid tidak pernah benar-benar sama.

Baca Juga: Mike Maignan Pilih Setia di AC Milan Meski Godaan Inggris Menggiurkan

Retaknya Kepercayaan di Ruang Ganti

Insiden Latihan Jadi Awal Perpisahan Xabi Alonso dan Real Madrid

Meski Real Madrid sempat mencatatkan performa positif pada bulan Desember dengan tiga kemenangan beruntun, masalah internal tidak ikut membaik. Hasil di lapangan tidak cukup untuk memperbaiki hubungan emosional antara Alonso dan para pemainnya.

Rasa saling percaya perlahan menghilang. Beberapa pemain disebut mulai ragu terhadap pendekatan Alonso dan enggan sepenuhnya mengikuti arahan yang diberikan. Kondisi ini membuat suasana tim menjadi kaku dan penuh ketegangan.

Dalam klub sebesar Real Madrid, keharmonisan ruang ganti memegang peranan penting. Ketika hubungan pelatih dan pemain tidak lagi sejalan, keputusan besar biasanya hanya tinggal menunggu waktu.

Akhir Singkat Sebuah Proyek

Setelah kekalahan dari Barcelona, situasi menjadi tidak terbendung. Manajemen klub menilai konflik internal sudah terlalu dalam untuk diperbaiki dalam waktu singkat. Keputusan berpisah dengan Xabi Alonso pun diambil demi menjaga stabilitas tim. Kepergian Alonso menandai berakhirnya proyek yang sejatinya penuh harapan.  Sebagai mantan pemain yang dicintai publik Santiago Bernabeu, ekspektasi terhadapnya sangat tinggi sejak awal.

Untuk sementara waktu, Real Madrid menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai pelatih interim. Sementara itu, kisah Xabi Alonso di Madrid menjadi pengingat bahwa di level tertinggi sepak bola, bukan hanya taktik dan hasil yang menentukan, tetapi juga kemampuan menjaga hubungan di dalam tim. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita sepak bola menarik lainnya di goal-power.com.