Pelatih interim Igor Tudor menegaskan bahwa Tottenham Hotspur tidak akan degradasi meski berada di peringkat ke-16 klasemen Premier League. Tudor menyatakan dirinya “100 persen yakin” Spurs akan tetap bertahan di kasta tertinggi sepak bola Inggris.

Menurut Tudor, fokus utamanya bukan pada klasemen, melainkan pada proses latihan dan performa setiap pekan. Ia menekankan bahwa hasil di klasemen adalah konsekuensi alami dari performa di lapangan, bukan sesuatu yang harus dipikirkan terlalu dini. Dengan pendekatan ini, ia berharap pemain Spurs bisa lebih fokus dan menghindari tekanan berlebihan.
Pelatih berusia 47 tahun itu menegaskan bahwa target jangka panjang, seperti menghindari degradasi atau menembus kualifikasi Eropa, akan tercapai jika tim bekerja keras setiap latihan dan pertandingan. Tudor yakin mentalitas ini adalah kunci untuk membangun tim yang tangguh dan kompak.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Tantangan Cedera dan Skorsing
Tudor menghadapi masalah serius terkait cedera dan absennya pemain kunci. Hanya 13 pemain yang ikut latihan menjelang derbi London utara melawan Arsenal. Cristian Romero absen karena skorsing, sementara James Maddison, Pedro Porro, Dejan Kulusevski, Mohamed Kudus, dan Lucas Bergvall mengalami cedera panjang.
Kondisi ini memaksa Tudor untuk memaksimalkan latihan dengan skuad terbatas. Meski terbatas, ia yakin para pemain yang tersedia mampu menjalankan rencana taktiknya. Menurut Tudor, situasi sulit seperti ini justru menjadi tantangan untuk membangun mentalitas dan solidaritas tim yang lebih kuat.
Dominic Solanke diperkirakan akan pulih dari sakit dan dapat berkontribusi. Namun, pelatih Spurs menekankan bahwa keberhasilan tim bukan hanya soal nama pemain, melainkan bagaimana seluruh skuad bekerja sama secara kolektif dan disiplin di lapangan.
Baca Juga: Ange Postecoglou: Posisi Manajer Manchester United Paling Sulit di Dunia!
Fokus Mentalitas dan Persiapan

Tudor menekankan pentingnya mentalitas tim sebagai fondasi keberhasilan. Ia ingin Tottenham menjadi tim yang mau menderita, berjuang, berlari, dan memiliki disiplin tinggi di setiap sesi latihan dan pertandingan. Pendekatan ini menekankan kerja keras, komitmen, dan konsistensi.
Selain itu, Tudor mengajarkan taktik spesifik, baik dengan bola maupun tanpa bola. Ia memandu pemain bagaimana menghadapi tekanan, bermain bertahan, dan mengoptimalkan serangan. Fokus ini bertujuan untuk menciptakan tim yang solid, kompak, dan mampu menghadapi lawan tangguh seperti Arsenal dalam derbi mendatang.
Mentalitas yang kuat dan kerja tim menjadi pesan utama Tudor: keberhasilan bukan hanya ditentukan oleh pemain bintang, tetapi oleh kesatuan dan karakter tim yang ia bangun.
Persiapan Derbi London Utara
Pertandingan melawan Arsenal menjadi ujian awal Tudor sebagai pelatih Spurs. Ia menekankan bahwa kemenangan dalam derbi bukan sekadar soal prestise, tetapi juga soal membangun rasa percaya diri tim setelah periode sulit.
Tudor yakin bahwa meski hanya memiliki 13 pemain dalam latihan, skuadnya cukup untuk melawan Arsenal. Fokusnya adalah memaksimalkan kekuatan tim, menerapkan strategi yang telah dilatih, dan memastikan mentalitas juang tetap tinggi.
Pendekatan Tudor menunjukkan bahwa meski menghadapi keterbatasan pemain dan tekanan klasemen, Tottenham memiliki arah yang jelas. Dengan disiplin, kerja keras, dan fokus pada mentalitas, Tudor percaya timnya dapat melewati krisis dan tetap bertahan di Premier League. Nantikan terus kabar terbaru seputar sepak bola menarik lainnya hanya di goal-power.com.
