Granit Xhaka dipastikan tidak akan memperkuat Sunderland saat mereka bertandang ke Emirates Stadium untuk menghadapi mantan klubnya, Arsenal. Absennya Xhaka dikonfirmasi langsung oleh manajer Sunderland, Regis Le Bris, yang menyebut cedera menjadi alasan utama.

Sejak bergabung dengan Sunderland setelah promosi mereka ke Liga Premier, Xhaka telah menjadi sosok penting di lini tengah tim. Kehadirannya di lapangan kerap memberi stabilitas dan pengalaman bagi rekan-rekannya. Namun, dalam laga krusial melawan Arsenal kali ini, para penggemar harus menahan diri untuk tidak melihat aksinya secara langsung.
Xhaka sebelumnya pernah menghadapi Arsenal di bulan November lalu. Momen tersebut menjadi pengingat bagi pemain asal Swiss ini akan masa lalunya di The Gunners, sekaligus menambah ketegangan emosional menghadapi mantan timnya. Meskipun absen, pengaruhnya terhadap tim Sunderland tetap dirasakan melalui arahan dan semangat yang ia berikan di latihan.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Perjalanan Xhaka di Arsenal
Granit Xhaka bergabung dengan Arsenal pada 2016 dan menjadi pemain kunci di lini tengah selama beberapa musim. Ia dikenal sebagai pengatur permainan yang tegas dan sering menjadi jangkar pertahanan serta transisi serangan.
Meski berperan penting, perjalanan Xhaka di Arsenal tidak selalu mulus. Pada 2019, ia sempat menghadapi tekanan dari penggemar setelah hasil imbang melawan Crystal Palace, yang hampir membuatnya meninggalkan klub. Momen itu meninggalkan bekas emosional yang cukup mendalam bagi sang pemain.
Kedatangan Mikel Arteta sebagai manajer mengubah situasi Xhaka. Arteta memberikan standar tinggi, tetapi juga memberikan kesempatan kedua bagi pemain yang sempat bermasalah ini. Pendekatan manajer Spanyol membuat Xhaka merasa dihargai dan memotivasi dirinya untuk memperbaiki performa sekaligus membangun kembali hubungan dengan klub dan suporter.
Baca Juga: Denise O’Sullivan Bergabung dengan Liverpool: Awal Babak Baru bagi Legenda NWSL
Kekaguman Xhaka terhadap Arteta

Xhaka kerap menyatakan apresiasinya terhadap gaya kepelatihan Arteta. Ia menganggap manajer Arsenal tersebut mampu menanamkan disiplin sekaligus memberi ruang berkembang bagi pemain muda dan senior.
Menurut Xhaka, Arteta bukan hanya pelatih yang fokus pada taktik, tetapi juga pada mental pemain. Pendekatan ini membuat Xhaka merasa memiliki kesempatan untuk bangkit setelah masa-masa sulit dan membuktikan kualitasnya di Liga Premier.
Meski kini bermain untuk Sunderland, Xhaka tetap mengikuti perkembangan Arsenal dan kerap mengingatkan penggemar tentang standar tinggi yang ditetapkan Arteta. Ia percaya bahwa manajer asal Spanyol itu adalah figur yang mampu membawa tim kembali ke jalur juara, dan hal itu memberinya rasa hormat yang besar terhadap mantan klubnya.
Pengaruh Xhaka bagi Sunderland
Meskipun tidak bisa bermain, Xhaka tetap memberikan kontribusi bagi Sunderland. Kehadirannya di ruang ganti dan sesi latihan memberi motivasi serta pengalaman bagi pemain muda di tim. Manajer Regis Le Bris menekankan bahwa Xhaka masih menjadi bagian penting dari skuad. Ia berperan sebagai mentor bagi rekan-rekan setimnya dan menjaga semangat tim tetap tinggi saat menghadapi pertandingan sulit.
Penggemar Sunderland juga menantikan kembalinya Xhaka ke lapangan. Dengan pengalaman Liga Premier dan kualitasnya yang terbukti, absennya pemain asal Swiss ini dirasa cukup mengurangi kekuatan tim, namun tetap memberi harapan bahwa ia akan kembali dalam kondisi terbaiknya pada laga-laga berikutnya. Jangan lupa ikuti goal-power.com untuk mengetahui informasi berita bola menarik lainnya.
